Pengertian Gempa Bumi, Penyebab, Jenis, Akibat, dan Cara Menghadapi Gempa Bumi

Posted on

Hello sobat setia Sumberpengertian.co ! Pada kesempatan yang baik ini admin akan membagikan ulasan seputar pengertian gempa bumi. Belum lama ini di Indonesia terjadi gempa di lombok. Gempa tersebut telah memakan banyak korban jiwa. Lalu apakah yang dimaksud dengan gempa bumi ? Apa saja akibat yang ditimbulkan dari gempa bumi ? Yuk kita simak ulasan berikut ini.

Pengertian Gempa Bumi, Penyebab, Jenis, Akibat, dan Cara Menghadapi Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Biasanya penyebab gempa bumi disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi.

Gempa bumi berasal dari dua kata, yakni gempa dan bumi. Gempa berarti getaran atau guncangan, sedangkan bumi adalah planet bumi atau tempat tinggal kita. Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di muka bumi dengan adanya sebab tertentu.

Frekuensi suatu wilayah didasarkan pada jenis dan ukuran gempa bumi yang dialamiselaam periode waktu. Alat pengukur gempa bumi disebut seismometer. Skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia disebut dengan Moment magnitudo.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi. Hal ini disebabkan oleh banyaknnya gunung berapi dan berada pada Siklum Pasifik yang sangat berpotensi terjadi gempa bumi setiap saat.

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Dibawah ini merupakan penyebab terjadinya gempa bumi.

Pergeseran Lempeng Bumi

Penyebab utama terjadinya gempa bumi adlaah adanya pelepasan energi karena disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Semakin lama energi yang berada dalam lempeng bumi membesar dan mencapai keadaan maksimum. Jika pinggiran lempeng tidak mampu menahan energi tersebut maka akan menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Gerak Lempeng Bumi yang Saling Menjauh

Jika kedua lempeng bumi saling menjauh maka akan membentuk lempeng baru diantara kedua lempeng tersebut. Lempeng yang baru akan ditekan oleh kedua lempeng lama. Hal ini menyebabkan lempeng baru bergerak ke bawah. Pergerakan ini akan menghasilkan suatu energi dengan kekuatan yang sangat luar biasa.

Gerak Lempeng Bumi yang Saling Mendekat

Selain gerak lempeng bumi yang saling menjauh, gerak lempeng bumi yang saling mendekat juga termasuk faktor yang mengakibatkan terjadinnya gempa bumi. Ketiak lempeng bumi saling mendekat, maka akan membentuk gunung baru. Gunung baru tersebut akan bertumpuk dan menyebabkan gempa bumi.

Pergeseran Magma

Penyebab gempa bumi yang lainnya adalah pergeseran magma di dalam gunung berapi. Hal ini disebabkan karena adnya tekanan gas yang sangat besar pada bagian sumbatan kawah. Penyebab gempa bumi yang satu ini merupakan gejala awal terjadinya gunung meletus.

Penggunaan Bahan Peledak

Penyebab ini merupakan ulah manusia sendiri. Gempa ini terjadi ketika seseorang sedang meluncurkan atau melakukan percobaan tes rahasia senjata nuklir.

Jenis-Jenis Gempa Bumi

Berdasarkan Gelombangnya

Berdasarkan gelombangnya, gempa bumi dibedakan menjadi berikut.

Gelombang Primer

Gelombang primer atau Gelombang Lungituudinal adalah gelombang yang merambat di permukaan bumi. Gelombang primer merambat dengan kecepatan yang sangat cepat yakni 7-14 km/s. Umumnya getaran ini berasal dari Hiposentrum.

Gelombang Sekunder

Gelombang sekunder atau gelombang transversal adalah getaran yang merambat di permukaan bumi. Gelombang sekunder sama dengan gelombang primer. Kecepatan gelombang sekunder lebih lambat daripada gelombang primer. Gelombang sekunder tidak dapat merambat pada permukaan bumi yang cair atau lapisan cair.

Berdasarkan Kedalamannya

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi dibedakan menjadi berikut.

Gempa Bumi Dalam

Gempa bumi dalam tidak terlalu membahayakan kelangsungan hidup manusia. Gempa bumi dalam hiposentrumnya sama atau lebih dari 300 km berada dibawah perut bumi. Jarak getaran gempa bumi dalam memiliki jarakgetaran yang sangat jauh. Oleh sebab itu, getaran gempa bumi dalam hanya dapat dirasakan oleh sebagian kecil manusia.

Gempa Bumi Menengah

Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang Hiposentrumnya berada pada jarak 300-60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi menengah kekuatan getarannya lebih besar daripada gempa bumi dalam. Gempa bumi menengah mampu dirasakan oleh sebagian besar manusia dan hanya menyebabkan kerusakan kecil.

Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi berikut.

Gempa Bumi Tektonik

Gempa Bumi tetktonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Gempa tektonik memiliki kekuatan getaran yang sangat kecil bahkan dapat menjadi sangat besar. Gempa tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lepengan bumi. Jika gempa tektonik terjadi di daerah perairan atau laut maka besar kemungkinan akan menyebabkan bencana tsunami.

Getaran gempa tektonik mampu merambat keseluruh bagian bumi tanpa terkecuali. Umumnya gempa tektonik terjadi di daerah-daerah Siklum Pasifik dan Siklum Mediterani.

Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Berapi)

Penyebab terjadinya gempa vulkanik adalah karena adanya pergerakan magma yang terdapat pada gunung berapi. Umumnya gempa bumi vulkanik terjadi saat gunung dalam keadaan aktif dan beberapa saat sebelum gunung meletus. Selain itu penyebab terjadinya gempa bumi vulkanik adalah adanya tekanan gas yang sangat besar pada bagian sumbatan kawah.

Getaran yang dihasilkan oleh gempa vulkanik tidak terlalu besar dan hanya dapat dirasakan oleh penduduk sekitar. Gempa yang satu ini tidak terlalu membahayakan manusia dan tidak menyebabkan kerusakan parah. Tetapi, abu panas yang dihasilkan oleh gunung berapi ini dapat membahayakan makhluk hidup.

Gempa Bumi Terban (Runtuhan)

Gempa Bumi runtuhan adalah gempa yang getarannya disebabkan oleh runtuhnya terowongan atau lubang di dalam tanah. Biasanya gempa bumi turban atau runtuhan disebabkan oleh runtuhnya pertambangan yang sudah tidak dipakai. Gempa bumi terowongan jarang terjadi dan hanya bersifat lokal.

Gempa Bumi Tumbukan

Faktor utama yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi tumbukan adalah adanya meteor dan asteroid yang jatuh di permukaan bumi. Penyebab getaran ini adalah meteor yang secara tiba-tiba menabrak bagian permukaan bumi dengan keras. Sekarang ini gempa bumi tumbukan jarang kita temui.

Gempa Bumi Buatan

Penyebab gempa bumi buatan adalah ulah manusia sendiri. Gempa bumi buatan disebabkan oleh adanya peledakan dinamit, nuklir, dan bahan peledak lainnya.

Baca Juga : Pengertian Bioma, Ciri-Ciri, Fungsi, Jenis, dan Faktor yang Mempengaruhi Bioma

Akibat Gempa Bumi

Dibawah ini merupakan akibat yang ditimbulkan oleh bencana gempa bumi.

  • Terjadinya bencana alam yang berhubungan dengan gempa bumi, seperti tanah longsor, tsunami, banjir bandang, kerusakan lingkungan, dan keruskaan bangunan.
  • Munculnya wabah penyakit.
  • Terangkatnya mineral ke permukaan bumi.
  • Jatuhnya korban jiwa.

Alat Untuk Mengukur dan Mencatat Gempa Bumi

Alat yang digunakan untuk mengukur gempa bumi adalah seismometer. Seismeter merupakan suatu alat atau sensor getaran yang digunakan untuk mendeteksi getaran pada permukaan tanah. Hasil rekaman yang dikeluarkan oleh Seismometer disebut dengan Seismogram.

Seismometer berasal dari Bahasa Yunani, yakni dari kata Seismo yang artinya gempa bumi dan Metero yang artinya mengukur. Jadi, seismometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur getaran gempa bumi. Seismometer diperkenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh seorang matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng.

Seismometer disebut juga dengan Seismograf. Alat ini digunakan untuk mendeteksi kekuatan getaran dan arah yang akan dilewati getaran tersebut.Alat ini terdiri dari beberapa perangkat, yakni gantungan pemberat dan ujung lancip yang menyerupai sebuah pensil.

Kekuatan gempa bumi

Berikut ini merupakan kekuatan gempa bumi.

  • Kekuatan 0,0-3,0 Skala richter disebut gempa mikro.
  • Kekuatan 3,0-3,9 Skala richter disebut gempa minor.
  • Kekuatan 4,0-4,9 Skala richter disebut gempa ringan.
  • Kekuatan 5,0-5,9 Skala richter disebut gempa sedang.
  • Kekuatan 6,0-6,9 Skala richter disebut gempa kuat.
  • Kekuatan 7,0-7,9 Skala richter disebut gempa mayor.
  • Kekuatan diatas 8 Skala richter disebut gempa tinggi.

Parameter Gempa Bumi

Dibawah ini merupakan parameter gempa bumi.

  • Waktu terjadinya gempa bumi (Origin Time – OT).
  • Lokasi pusat gempa bumi (Episenter).
  • Kedalaman pusat gempa bumi (Depth.)
  • Kekuatan Gempa bumi (Magnitudo).

Karakteristik Gempa Bumi

Dibawah ini merupakan karakteristik gempa bumi.

  • Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
  • Terjadi pada lokasi kejadian tertentu.
  • Akibatnya dapat menimbulkan bencana.
  • Berpotensi terulang lagi.
  • Belum dapat diprediksi.
  • Tidak dapat dicegah, akan tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi.

Cara Menghadapi Gempa Bumi

Dibawah ini merupakan cara menghadapi gempa bumi.

Apabila kalian sedang berada didalam rumah, maka hal yang perlu dilakukan adalah.

  • Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur.
  • Bila tidak ada meja atau tempat tidur maka lindungilah kepala kalian menggunakan bantal atau benda lainnya.
  • Jauhi diri dari rak buku, lemari, dan kaca jendela.
  • Hati-hati terhadap langit-langit atau atap rumah yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding,
  • dan lain sebagainya.

Apabila kalian berada di luar ruangan, maka hal yang perlu anda lakukan adalah.

  • Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi dan lain sebagainya.
  • Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
  • Jauhkan diri dari rak-rak dan kaca jendela.
  • Apabila Berada Dalam Ruangan Umum
  • Apabila kalian berada dalam ruangan umum, hal yang perlu dilakukan adalah.
  • Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
  • Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela dan sebagainya.

Apabila sedang berkendaran, hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi gempa adalah.

  • Segera hentikan kendaraan di tempat yang terbuka.
  • Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan penyeberangan (jembatan layang).
  • Apabila sedang berada di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mall hal yang perlu dilakukan untuk menghadapai gempa bumi adalah.
  • Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.
  • Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.

Apabila sedang berada di dalam lift hal yang perlu dilakukan adalah.

  • Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Lebih baik jika menggunakan tangga darurat saja.
  • Apabila anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol.
  • Ketika lift berhenti,maka keluarlah dari lift dan lihatlah keamanannya dan mengungsilah.
  • Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Jika sedang berada di dalam kereta api, hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi gempa bumi adalah.

  • Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak
  • Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta
  • Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
  • Bila sedang berada di gunung atau pantai hal yang perludiperhhatikan ketika terjadi gempa adalah.
  • Jika terjadi longsor dari atas gunung maka menjauhlah langsung ke tempat aman.
  • Apabila berada dipantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika Anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Beri Pertolongan Pertama

Karena petugas kesehatan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada disekitar kalian.

Evakuasi

Biasanya, tempat-tempat pengungsian sudah diatur oleh pemerintah. Pengungsian perlu dilakukan apabila kebakaran meluas akibat gempa bumi. Prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah.

Ketika gempa bumi terjadi, masyarakat merasa terpukul kejiwaannya, guna mencegah kepanikan penting sekali setiap orang untuk bersikap tenang dan bertindak sesuai dengan informasi yang benar. Kalian dapat mendapatkan informasi yang benar dari pihak berwenang, polisim atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi yang tidak jelas.

Baca Juga : Pengertian Kelangkaan | Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan dan Cara Mengatasinya

Itulah Pengertian Gempa Bumi yang dapat admin sampaikan. Semoga pada artikel kali ini dapat menambah wawasan sobat pembaca. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *