Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

Posted on

Selamat pagi sobat setia Sumberpengertian.co 🙂 Pada kesempatan yang baik ini admin akan membagikan postingan seputar pengertian hari tasyrik. Hari tasyrik merupakan hari rya umat islma yang jatuh setelah Idul Adha, yakni hari ke 11, 12, dan 13 pada bulan zulhijjah. Lalu, apa saja keutamaan yang terdapat pada hari itu ? Apa saja amalan-amalan yang dapat dikerjakan pada hari itu ? Admin akan mengulasnya berikut ini.

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

Pengertian Hari Tasyrik

Hari tasyrik adalah hari raya umat Islam yang jatuh sesudah Idul Adha, yakni hari ke 11,12 dan 13 pada bulan zulhijjah menurut kalender Islam. Pada hari tasyrik, jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina. Pada hari itu jamaah haji melempar jumrah.

Hari tasyrik berasal dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit dan [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ], yang artinya menjemur sesuatu.

Umat Islam dilarang untuk berpuasa pada hari tasyrik, sebab pada hari tasyrik merupakan hari untuk makan dan minum (HR. Thabrani).

Dari Nubaisyah Al Hudzali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Artinya : “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah).

Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18)

Menurut ajaran Islam, hari tasyrik adalah hari berdzikir. Zikir yang diajurkan oleh ajaran Islam pada hari tasyrik adalah berzhikir kepada Allah dengan bertakbir setelah menunaikan salat wajib. Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari tasyrik, hal ini diriwayatkan dari Umar, Ali dan Ibdu Abbas.

Keutamaan Hari Tasyrik

Allah Swt. telah mengistimewakan hari tasyrik dengan menjadikannya sebagai hari-hari atau waktu yang baik utnuk berzikir. Oleh sebab itu, gunakan hari tasyrik ini untuk banyak-banyak berzikir dan mengingat Allah Swt..

Baca Juga : Pengertian Pertumbuhan Ekonomi, Ciri, Faktor, Perbedaan, dan Contoh Pertumbuhan Ekonomi

Amalan di Hari Tasyrik

Berikut ini merupakan amalan yang dianjurkan pada hari tasyrik.

Memperbanyak Zikir

Pada hari tasyrik, kita dianjurkan untuk banyak berzikir dan mengingat Allah Swt.. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk selalu bertakbir sesuai dengan salat lima waktu. Hal ini telah dilakukan oleh sahabat Nabi. Firman Allah Swt. :

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

Artinya : “Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah : 203)

Yang dimaksud dengan hari terbilang sesuai dengan firman Allah di atas adalah hari-hari tasyrik. Hari tasyrik ini 3 hari sesudah idul adha dan ada juga beberapa ulama yang berpendapat bahwa hari terbilang di mulai sejak hari raya idul adha dan 3 hari sesudahnya.

Dalam hadits dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu‘anhu, Nabi SAW bersabda:

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah:  Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud dengan hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah.Hal ini didasarkan pada keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengatakan :

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

Hadits lain yang diriwayatkan Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Berzikir untuk mengingat Allah Swt. dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan cara bertakbir setiap selesai salat wajib.

Dahulu, Umar bin Khattab bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)

Selain itu, ada juga Ali bin Abi Thalib, yang bertakbir mulai setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah, ia juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: “Shahih dari Ali”).

Jamaah haji yang melempar jumrah di Mina juga dianjurkan untuk memperbanyak bertakbir.

Memperbanyak Doa Kepada Allah

Selain memperbanyak zikir, amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari tasyrik adalah memperbanyak dia kepada Allah Swt..

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha :

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

Artinya : “Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian.” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 506).

Doa yang paling baik untuk dibaca pada hari tasyrik adalah doa sapu jagat. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad paling banyak membaca doa tersebut.

Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan bahwa :

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

Artinya : “Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik : Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil aa-khirati hasanah, wa qinaa adzaaban naar.” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

Dilarang Berpuasa Pada Hari Tasyrik

Pada hari tasyrik, umat Islam dilarang untuk berpuasa. Hari tasyrik merupakan hari makan dan minum. Ibnu Rajab mengatakan bahwa :

Pengertian Hari Tasyrik | Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik

Artinya : “Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 509)

Baca Juga : Pengertian Jujur dan Dalil Tentang Jujur Dalam Islam !

Itulah Pengertian Hari Tayrik yang dapat admin sampaikan. Semoga artikel kali ini dapat membantu sobat belajar dan dapat menambah wawasan kalian. See you !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *