Pengertian Masa Orientasi Siswa (MOS) | Tujuan dan Fungsi MOS

Posted on

Hai sobat Sumberpengertian.co ! Bagaimana liburan kalian ? Pasti serukan ? Sudah waktunya masuk sekolah nih. Untuk kalian yang baru masuk SMP atau SMA, kalian akan mengadakan MOS bukan ? Lalu, apakah yang dimaksud dengan MOS ? Adakah manfaatnya ? Untuk menjawab persoalan diatas, mari kita simak ulasan berikut ini.

Pengertian Masa Orientasi Siswa (MOS) | Tujuan dan Fungsi MOS

Pengertian Masa Orientasi Siswa (MOS)

Masa Orientasi Siswa atau MOS adalah sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan oleh sekolah setiap awal tahun ajaran baru dengan tujuan menyambut kedatangan peserta didik baru.

Biasanya kegiatan MOS atau Masa Orientasi Siswa banyak dijumpai di tingkat SMP dan SMA. Kebanyakan sekolah negeri ataupun swasta memilih melakukan kegiatan ini guna mengenalkan almamater pada peserta didik baru.Pada perguruan tinggi kegiatan serupa seperti MOS ini dikenal dengan istilah Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).

Orientasi memiliki makna perkenalan. Perkenalan ini terdiri dari perkenalan lingkungan fisik sekolah dan lingkungan sosial sekolah. Contoh lingkungan fisik sekolah adalah sarana dan prasarana sekolah, seperti jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tempat bermain di sekolah, lapangan olahraga, gedung dan perlengkapan sekolah, serta fasilitas-fasilitas lain yang disediakan oleh sekolah. Sedangkan contoh lingkungan sosial sekolah adalah kepala sekolah, guru, staf, karyawan, dan teman-teman.

Selain digunakan untuk memperkenalkan siswa terhadap lingkungan baru, Masa Orientasi Siswa juga digunakan sebagai ajang guna melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) biasanya diisi atau dilaksanakan oleh siswa yang tergabung dalam

Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS). Guru dalam hal ini hanya sebagai pengawas, asisten, dan pemantau kegiatan selama MPLS berlangsung.

Siswa meninggalkan lingkungan sekolah yang lama dan berganti dengan lingkungan yang baru serta penghuni yang baru. Dengan adanya Masa Orientasi Siswa, diharapkan siswa baru akan mampu menghadapi lingkungan dan budaya yang baru disekolah yang mungkin berbeda jah dari sekolah sebelumnya.

Tujuan Masa Orientasi Siswa (MOS)

Tujuan Masa Orientasi Siswa menurut Permendikbud nomor 18 tahun 2016 adalah, sebagai berikut.

  • Mengenali potensi diri siswa baru.
  • Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah.
  • Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru.;
  • Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya.
  • Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

Adapun secara umum, tujuan Masa Orientasi Siswa adalah :

  • Memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah yang baru mereka masuki.
  • Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.
  • Memperkenalkan siswa pada keorganisasian.
  • Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah.
  • Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah.
  • Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka.
  • Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal.
  • Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara formal di kelas.

Fungsi Masa Orientasi Siswa (MOS)

Dibawah ini merupakan fungsi MOS bagi siswa, yaitu :

  • Wahana guna menyatakan dirinya dalam konteks keseluruhan lingkungan sosialnya.
  • Wahana guna mengenal bagaimana lingkungan barunya serta siapa dan apa saja yang ada di sana sehingga mampu dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan sikap.

Fungsi MOS bagi personalia sekolah dan lembaga kependidikan adalah dengan mengetahui siapa siswa barunya, akan mampu dijadikan sebagai titik tolak dalam memberikan layanan-layanan yang mereka butuhkan.

Fungsi MOS bagi para siswa senior adalah dengan adanya orientasi siswa baru, akan mengetahui lebih dalam mengenai siswa penerusnya di sekolah tersebut. Hal ini sangat penting terutama berkaitan dengan estafet kepemimpinan organisasi siswa di sekolah tersebut.

Baca Juga : Pengertian Sistem Informasi Manajemen | Tujuan, Karakteristik, Kelebihan, serta Penerapannya

Sekarang ini Masa Orientasi Siswa menimbulkan pro dan kontra pada masyarakat. Mayarakat beranggapan bahwa kegiatan MOS ini tidak pel dilaksanakan atau di adakan karena hanya dijadikan ajang senioritas dan perploncoan. Pendapat tersebut bukan omong kosong semata, tetapi banyak bukti jelas yang dapat membuktikannya. Misalnya, saja pada beberapa tahun yang lalu didapati siswa yang meninggal akibat mengikuti kegiatan MOPD.

Banyaknya pro dan kontra ini diakibatkan karena kegiatan MOS diisi oleh siswa-siswa sedangkan guru hanya sebagai pembimbing. Siswa senior memanfaatkan momentum ini sebagai ajang balas dendam dan perplonsoan. Akhirnya, pada tanggal 11 Juli 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan secara resmi melarang kegiatan MOPD atau MOS yang dilakukan oleh pelajar, hal ini disebabkan karena rawan terjadi aksi plonco maupun kekerasan yang dilakukan oleh siswa senior terhadap siswa baru.

Walaupun demikian, hal ini tetap saja dilakukan oleh para guru dan dilakukan pada saat jam pelajaran. Sebagai gantinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 yang berisi tentang tata cara pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang menghilangkan stigma negatif tentang pelaksanaan masa orientasi siswa yang terjadi saat ini.

Dalam Permendikbud tersebut, tidak boleh lagi diadakan kegiatan yang berisi atau menjurus kepada perploncoan atau kegiatan lain yang merugikan peserta didik baru. Selanjutnya, yang bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan ini adalah kepala sekolah. Apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran, maka sanksi yang diberikan mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan

Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya. Bahkan, jika pelanggarannya sangatlah berat, maka kepala sekolah terancam dicopot dan siswa yang melakukan didrop out dari sekolah.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016, contoh kegiatan dan atribut yang dilarang dalam pelaksanaan

  • Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah, sebagai berikut.
  • Tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya.
  • Kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan sejenisnya.
  • Aksesoris di kepala yang tidak wajar.
  • Alas kaki yang tidak wajar.
  • Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan/atau berisi konten yang tidak bermanfaat.
  • Atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.

Sedangkan, contoh aktivitas yang dilarang dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah setelah adanya Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 adalah, sebagai berikut.

  • Memberikan tugas kepada siswa baru yang wajib membawa suatu produk dengan merk tertentu.
  • Menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula, semut, dsb).
  • Memakan dan meminum makanan dan minuman sisa yang bukan milik masing-masing siswa baru.
  • Memberikan hukuman kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik dan/atau mengarah pada tindak kekerasan.
  • Memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali.
  • Aktivitas lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.

Sebaiknya kita melakukan kegiata MOS dengan baik sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Kita tidak boleh mengambil kesempatan ini sebagai ajang balas dendam dan perploncoan. Sebagai siswa senior atau guru, kita harus melaksanakn MOS yang baik dan sehat, sesuai dengan tujuan MOS, dan memberikan contoh yang baik kepada siswa baru yang akan meneruskannya.

Baca Juga : Pengertian Populasi dan Sampel Menurut Para Ahli Serta Teknik Sampel

Itulah Pengertian Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dapat admin sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaaat dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya guys.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *