Pengertian Pengendalian Sosial | Tujuan, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pengendalian Sosial !

Posted on

Jumpa lagi bersama mimin yang pada kesempatan baik ini akan mengajak sobat pembaca untuk memahami pengertian pengendalian sosial. Pengendalian sosial dibutuhkan dalam mengendalikan perilaku individu atau kelompok yang menyimpang pada nilai dan norma yang berlaku. Pengendalian sosial bermanfaat untuk menciptakan kedamaian, ketentraman, dan menjauhkan dari tindakan penyimpangan sosial. Untuk mengetahui lebih luas mengenai pengertian pengendalian sosial, mari kita simak saja artikel berikut ini.

Pengertian Pengendalian Sosial | Tujuan, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pengendalian Sosial !

Pengertian Pengendalian Sosial

Pengertian pengendalian sosial adalah suatu konfigurasi untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku

Pengendalian sosial secara umum merupakan upaya yang dilakukan oleh pihak tertentu guna mengatur perilaku warga masyarakat. Melalui engendalian sosial, perilaku masyarakat diarahkan agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Pengertian Pengendalian Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa ahli yang berpendapat tentang pengertian pengendalian sosial.

Astrid Susanto

Astrid Susanto berpendapat bahwa pengendalian sosial adalah control yang bersifat psikologis dan non fisik terhadap seorang individu agar ia dapat bersikap dan bertindak sesuai dengan penilaian kelompok tempat ia hidup.

Bruce J.Cohen

Pengendalian sosial adalah segala cara atau metode yang digunakan untuk mendorong perilaku seseorang agar selaras (sejalan) dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas.

Horton dan Hunt

Pengertian pengendalian sosial menurut Horton dan Hunt adalah segala cara dan proses yang ditempuh oleh orang tua atau kelompok masyarakat tertentu sehingga para anggota kelompoknya bertindak sesuai dengan harapan kelompok masyarakat tersebut.

Joseph S.Roucek

Pengendalian sosial merupakan istilah kolektif yan direncanakan ataupun tidakdirencanakan yang mengacu pada proses untuk mengajari individu menyesuaikan diri dengan nilai di lingkungan tempat tinggal.

Peter L. Berger

Menurut Peter L. Berger, pengertian pengendalain sosial adalah upaya masyarakat untuk menertibkan kembali anggota masyarakat yang membangkang dari nilai-nilai masyarakat tersebut.

Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto mengemukakan pengertian pengendalian sosial adalah proses yang direncanakan atau tidak direncanakan, bertujuan untuk mengajak, membimbing, bahkan memaksa warga masyarakatnya agar mematuhi nilai-nila atau kaidah yang berlaku.

Ciri-Ciri Pengendalian Sosial

Berikut ini merupakan ciri-ciri pengendalian sosial.

Pengendalian Sosial Merupakan Suatu Caraatau Metode

Pengendalian sosial merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh individu atau kelompok guna mengendalkan pihak lain. Selain itu, pengendalian juga merupakan sebuah metode karena proses pengendalain sosial mempunyai tata cara, proses, dan tahapan sendiri.

Pada intinya, pengendalian sosial tidak asal dilakukan, melainkan memiliki tata cara yang dibutuhkan guna mengendalikan sehingga proses pengendalian sosial mampu berjalan dengan baik.

Memiliki Tujuan Guna Mencapai Stabilita dan Keteraturan Bermasyarakat

Pengendalian sosial mampu menjaga stabilita dan keteraturan dalam masyarakat. Artinya, upaya pengendalian sosial mutlak diperlukan guna mencapai stabilitas dan keteraturan masyarakat.

Pengendalian sosial diperlukan untuk menurangi penyimpangan sosial dalam masyarakat. Berkurangnya perilaku menyimpang dalam masyarakat berdampak pada terciptanya stabilitas dan keteratuan masyarakat.

Terdapat Subjek dan Objek Pengendalian Sosial

Subjek pengendalain sosial adalah pelaku yang mengupayakan terjadinya pengendalian sosia. Subjek pengendalain sosial dapat berupa individu atau kelompok. Selain itu, objek pengendalain sosial adalah pelaku yang melakukan tindakan menyimpang.

Misalnya, pihak kepolisian melakukan razia pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar.

Dalam hal ini, pihak polisi bertindak sebagai subjek pengendalain sosial, sedangkan pengendara sepeda motor merupakan objek pengendalian sosial.

Pengendalain Sosial dapat Dilakukan oleh Kelompok terhadap Kelompok, Kelompok terhadap individu, atau Individu terhadap Individu Lainnya

Subjek dan objek tidak selalu bersifat tunggal seperti antara individu dan individu. Bisa saj pengendalian sosial dilakukan oleh individu dan kelompok atau kelompok dan kelompok. Contohnya, Polisi menggunakan gas air mata guna mengendalikan demonstran yang anarki. Contoh tersebut menunjukan proses pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok dan kelompok.

Baca Juga : Pengertian Sistem Ekonomi | Tujuan, Fungsi dan Jenis-Jenis Sistem Ekonomi !

Fungsi Pengendalian Sosial

Berikut ini adalah fungsi pengendalian sosial, yaitu :

  • Memberi penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat terhadap nila dan norma.
  • Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap peran nilai dan norma sosial.
  • Mengembangkan rasa malu.
  • Mengembangkan rasa takut.
  • Menciptakan sistem hukum.

Tujuan Pengendalian Sosial

Berikut ini adalah tujuan pengendalian sosial, yaitu :

  • Mewujudkan keserasian dan ketentraman hidup bermasyarakat.
  • Mengurangi tindak penyimpangan sosial dalam masyarakat.
  • Mengembalikan kondisi sosial yang tidak teratur akibat penyimpangan sosial.
  • Menanamkan kesadaran atau paksaan terhadap individu untuk mematuhi norma sosial.

Tahapan Pengendalian Sosial

Upaya pengendalian sosial terjadi melalui beberapa tahap. Tahap pengendalain sosial adalah, sebagai berikut.

  • Tahap Sosialisasi, ditandai dengan proses pengenalan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
  • Tahap penekanan sosial, bertujuan melakukan peekanan terhadapa masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang stabil. Tahap ini umumnya sudah disertai sanksi-sanki terhadap para pelaku penyimpangan sosial.
  • Tahap pendekatan kekuasaan, dilakukan oleh individu atau kelompok yang mempunyai kekuatan lebih terhadap pelaku penyimpangan sosial. Tahap ini ditempuh ketika tahap lain tidak mampu mengupayakan tindakan pengendalian sosial.

Proses Pengendalian Sosial

Penyimpangan sosial terjadi karena kurangnya kesadaran anggota masyarakat terhadap nilai dan norma yang berlaku. Upaya yang dapat mencegah terjadinya penyimpangan adalah dengan adanya pengendalian sosial yang dapat mencapai terciptanya stabilitas dan keteraturan masyarakat.

Karakteristik Proses Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial tidak dilakukan menggunakan satu cara yang sama, melainkan melalui beberapa cara. Berikut ini merupakan karakteristik proses pengendalian sosial, yaitu :

Dilihat dari Sifatnya

Dilihat dari sifatnya, proses pengendalian sosial dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

Preventif

Pengendalian sosial secara prevetif adalah pengendalian yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran. Tujuan dari pengendalian sosial secara preventif adalah untuk mencegah individu atau kelompok melakukan pelanggaran sehingga pelanggaran dapat diminimalkan.

Represif

Pengendalian sosial secara represif adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya pelanggaran.  Tujuan pengendalian secara represif adalah untuk mengembalikan keserasian yang terganggu. Upaya engendalian sosial secara represif dilakukan dengan memberikan sanksi.

Dilihat dari Caranya

Dilihat dari caranya, pengendalian sosial dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

Persuasif

Pengendalian sosial secara persuasif dilakukan tanpa menggunakan kekerasan atau pemaksaan. Warga masyarakat harusnya menaati nilai, norma dan peraturan yang berlaku agar tercipta keteraturan masyarakat. Umumnya pengendalian sosila secara persuasif dilakukan ketika ketentraman dan kedamaian dalam kehiduan masyarakat telah tercipta.

Koersif

Pengendalian sosial secara koersif adalah pengendalian yang dilakukan menggunakan kekerasan atau paksaan. Pengendalian sosial secara koersif dilakukan apabila pengendalian sosial secara persuasif tidak mampu dalam mengendalikan penyimpangan sosial.

Cara Pengendalian Sosial

Cara pengendalian sosial dibedakan menjadi 2 macam, yaitu pengendalian secara formal dan pengendalian secara nonformal.

Pengendalian Sosial Formal

Pengendalian sosial formal adalah pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi. Pengendalian sosial formal dilakukan berdasarkan prsedur yang telah ditetapkan guna mencapai keteraturan sosial dalam masyarakat.

Pengendalian sosial formal sering dilakukan oleh masyarakat perkotaan yang bersifat modern. Contoh pengendalian secara formal adalah tilang yang dilakukan oleh polisi lalu lintas kepada masyarakat yang melanggar lalu lintas dan hukuman kurungan yang diberikan oleh pihak kepolisian atas kesalahan pelanggaran norma hukum.

Pengendalian Sosial Nonformal

Pengendalian secara nonformal adalah cara mengendalikan perilaku masyarakat oleh lembaga nonformal dengan cara-cara diluar prosedur lembaga formal. Walaupun menggunakan prosedur diluar pengendalian sosial formal, pengendalian sosial secara nonformal juga efektif digunakan dalam mengurangi penyimpangan sosial.

Berikut ini adalah bentuk-bentuk pengendalian sosial secara nonformal.

Gosip

Gosip merupakan tindakan membicarakan orang lain yang biasanya tidak disertai dengan bukti dan fakta yang jelas. Berita yang digosipkan biasanya perilaku negatif seseorang. Gosip cenderung bersifat negatif yang dapat menimbulkan fitnah dan memecah belah persahabatan.

Gosip dapat dijadikan sebagai cara pengendalian sosial apabila memuat kritik atas perilaku negatif seseorang atau kelompok dalam masyarakat. Ketika orang yang dibicarakan mendengar gosip tersebut maka orang tersebut akan mengubah sika negatifnya, maka disituah pengendalian sosial terjadi.

Ejekan

Ejekan atau cemooh adalah membicarakan seseorang dengan menggunakan kata kiasan yang berlebihan dan berkonotasi negatif. Ejekan dapat dijadikan sebagai cara pengendalian sosial apabila upaya ini dilakukan karena adanya pelanggaran norma kesusilaan.

Misalnya seseorang mendapatkan ejekan negatif dari masyarakat karena selalu berbuat onar. Ejekan akan terus diberikan apabila seseorang tersebut belum juga merubah perilaku negatifnya.

Teguran

Teguran adalah bentuk peringatan dari subjek pengendalian sosial terhadap seseorang atau kelompok terhadap perilakunya. Teguran merupakan kritik sosial yang dikemukakan secara langsung dan terbuka terhadap seseorang yang melakukan perbuata menyimpang.

Teguran daat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Seseorang yang telah mendapat teguran berarti sesorang tersebut telah melakukan pelanggaran yang telah meresahkan warga. Dengan adanaya teguran, diharakan warga masyarakat agar segera menyadari kesalahannya dan langsung meperbaiki kesalahannya tanpa harus memberikan sanksi yang berat.

Intimidasi

Intimidasi atau ancaman adalah upaya menekan pihak lain agar mesa takut. Intimidasi dapat digunakan sebagai salah satu cara pengendalian sosial apabila digunakan untuk mengancm individu atau kelompok yang melakukan pelanggaran norma. Misalnya, masyarakat mengancam akan memanggil polisi apabila ada anggota masyarakat yang akan menggelar pesta miras.

Pengucilan atau Ostrasisme

Pengucilan adalah memutuskan hubungan sosial dengan cara menganggap seseorang tidak ada dilingkungannya. Pengucilan terjadi apabila masyarakat telah melakukan norma sosial yang berat. Misalnya, pelaku hamil diluar nikah, pemabuk, penjudi, pencuri, atau pelaku tindak asusila.

Masyarakat akan membatasi interaksi maupun komunikasi sosial dengan orang yang dikucilkan. Seseorang akan diterima kembali dari pengucilannya apabila telah bersedia mengubah peilaku mnyimpang atau menyesali perbuatannya.

Baca Juga : Pengertian Penyimpangan Sosial | Faktor, Ciri-Ciri, dan Jenis Penyimpangan Sosial !

Agen Pengendalian Sosial

Berikut ini merupakan agen yang berperan penting dalam pengendalian sosial, yaitu ;

Keluarga

Keluarga merupakan kelompok primer yang bertanggung jawab terhadap proses pembentukan kepribadian individu. Keluarga menjadi tempat pertama bagi individu untuk mempelajari kehidupan sosial.

Dalam keluarga terdapat intensitas pertemuan yang tinggia sehingga tiap-tiap anggota keluarga mamu mengawasi anggota keluarganya. Kedekatan serta intensitas pertemuan yang tinggi dalam sebuah keluarga dapat menyebabkan pencegahan individu melakukan penyimpangan.

Lembaga Pendidikan

Melalui pendidikan, seseorang mendapatkan keterampilan dan pengetahuan. Pendidikan berperan dalam pembentukan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalain diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keteramilan yang dibutuhkan oleh individu.

Lembaga endidikan berperan dalam malaksanakan proses pengendalain sosial dilingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui pendidikan di sekolah murid ditanamkan nilai karakter dan nilai religius yang mengarahkan peserta didik agar tidak bertentangan dengan nilai sosial.
Proses penanaman nilai tersebut selain diajarkan dalam pembelajaran, juga dipraktekan dilingkungan sekolah.

Misalnya, peserta didik dibiasakan masuk sekolah tepat waktu. Penanaman nilai dan norma disekolah menjadi cara mengenalkan pengendalian sosial kepada peserta didik.

Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat adalah orang yang mempunyai kekuatan memengaruhi perilaku masyarakat dilingkungan sosialnya. Pihk yang dapat dikatakan sebagai tokoh masyarakat adalah posisi seseorang dalam lingkungan masyarakat. Misalnya, tokh adat, tokoh agama cendekiawan, atau seseorang yang memiliki jabatan struktural seperti keala desa, ketua RT, polisi, dan TNI.

Selain sebagai agen pengendalian soial, tokoh masyarakat juga sering diadikan panutan dan teladan. Oleh sebab itu, proses pengendalian sosial yang dilakukan oleh tokoh masyarakat cenderung dipatuhi masyarakat.

Lembaga Agama

Lembaga agama mendorong manusia memberikan pedoman kepada setiap individu untuk bertiangkah laku sesuai ajaran agama. Setiap agama mangajarkan sikap positif yang dijamin kebenarannya untuk mengarahkan umatnya. Agama mengarahkan setiap orang untuk berbuat kebaikan dan menjauhi larangan agama.

Pengendalian perilaku menyimpang dalam ajaran agama adalah mananmkan kepercayaan terhadap adanya pahala dan dosa. Pemeluk agama yang melakukan kebaikan akan mendapat pahala, sedangkan umat yang melakukan kejahatan mendapat dosa. Lembaga agama bersifat sangat efektif dalam upaya pengendalian sosial karena terdapat nilai-nilai kepercayaan yang mendorong umatnya menaati agama.

Lembaga Adat

Lembaga adat menjadi upaya pengendalian sosial dalam masyarakat tradisional. Lembaga adat berisi nila, norma, dan adat istiadat setempat. Nilai, norma, dan adat istiadat digunakan sebagai standar pola perilaku. Seseorang yang telah melanggar peraturan adat akan dikenakan sanksi oleh ketua adat dan masyarakat.

Kepolisian

Kepolisian bertugas mengendalikan erilaku masyarakat dengan tujuan memelihara serta mewujudkan ketertiban dan keamanan. Kepolisian menegakan peraturan berdasarkan pedoman resmi undang-undang. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh pihak keolisian tidak selalu bersifat represif, tetapi juga bersifat preventif.

Pengadilan

Pengadilan adalah badan atau instasi resmi yang melaksanakan sistem peradilan berupa memeriksa, mengadili, dan memutus perkara. Sedangkan peradilan adalah sebuah proses dalam rangka menegakan hukum dan keadilan atau suatu proses mencari keadilan. Badan peradilan yang tertinggi di Indonesia adalah Mahkamah Agung, sedangkan badan peradilan dibawah Mahkamah Agung adalah Badan Peradila Umum, Badan Peradilan Agama, Badan Peradilan Militer, dan Badan Peradilan Tata Usaha Negara.

Media Massa

Upaya media massa dalam pengendalian sosial dengan cara mengawasi seluruh kegiatan masyarakat dan pemerintah melalui sajian informasi. Informasi disebarluaskan secara cepat berdasarkan fakta dan bukti riil dilapangan.

Seseorang yang melakukan penyimpangan sosial akan merasa malu ketika perilakunya disebarluaskan. Tujuan pengendalian sosial melalui media massa adalah supaya publik bisa menilai dan melakukan pengawasan baik terhadap kebijakan pemerintah maupun perilaku masyarakat.

Demikian yang dapat mimin samaikan. Terimakasih telah mengunjungi blog kami di Sumberpengertian.co. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *