Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Posted on

Hello sobat sumberpegertian ! Jumpa lagi bersama mimin yang kali ini akan membagikan informasi seputar Pengertian Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan. Yuk langsung saja mari kita simak artikel berikut ini.

Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Pengertian Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Pengertian struktur dan fungsi tubuh tumbuhan adalah tampilan fisik tubuh tumbuhan. Tampilan fisik tubuh tumbuhan ini dapat berupa bentuk luar (morfologis) dan bentuk dalam (anatomis).

Bentuk luar (morfologis) tubuh tumbuhan mudah di kenali atau di amati dari penampakan bagian tubuh tumbuhan. Sedangkan untuk mengetahui bentuk dalam (anatomis) tubuh tumbuhan dapat terlihat jika telah melalui proses pembedahan atau pembuatan sayatan tipis, setelah disayat bagian tumbuhan tersebut diamati dengan menggunakan mikroskop.

Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan epidermis yang berfungsi untuk pelindung, jaringan parenkimia yang berfungsi sebagai dasar untuk jaringan lainnya, jaringan penguat yang terdiri dari sklerenkemia dan kolenkemia, dan jaringan pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem. Jaring-jaring tersebut kemudian akan membentuk organ seperti akar, batang, daun, dan buah. Berikut penjelasannya lebih lanjut.

Akar

Akar adalah bagian paling bawah dari tumbuhan yang memiliki fungsi untuk menambatkan dan memperkokoh berdirinya tumbuhan , menyerap air dan garam mineral, tempat untuk menyimpan cadangan makanan, dan bernpas.

Pada kelompok tumbuhan berbiji, sistem perakaran dibedakan menjadi 2 macam, yakni sistem perakarn tunggang dan sistem perakaran serabut.

Sistem perakaran tunggang terdiri atas akar utama dan akar cabang. Akat utama adalah bagian akar yang berukuran besar. Sedangkan akar cabang adalah akar-akar kecil yang terletak disekitar akar utama. Sistem perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil, seperti mangga, wortel, dan rambutan.

Sistem perakaran serabut tidak memiliki akar utama. Akar tumbuh dari pangkal batang dan bercabang-cabang membentuk struktur seperti serabut. Sistem perakaran serabut biasanya terdapat pada tumbuhan monokotil, seperti rumput, padi dan jagung.

Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Struktur anatomi akar terdiri dari epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Berikut uraiannya.

Epidermis

Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Permukan luar epidermis terdapat rambut akar yang memiliki fungsi memperluas bidang penyerapan serta menyerap aiar dan garam mineral.

Korteks

Korteks merupakan suatu lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkima. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel guna pertukaran gas. Fungsi korteks adalah untuk menyimpan cadangan makanan.

Endodermis

Korteks dan silinder pusat dibatasi oleh selapis sel. Selapis sel tersebut disebut dengan endodermis. Dinding sel endodermis mengalami penebalan lignin dan suberin. Penebalan ini kemudian membentuk struktur seperti pita yang disebut dengan pita kaspari. Penebalan ini mengakibatkan dinding sel endodermis tidakdapat ditembus air dan zat hara lainnya.

Silinder Pusat (Stele)

Silinder pusat atau stele terletak disebelah dalam endodermis. Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut dan jaringan-jaringan lainnya. Pada lapisan terluar silinder pusat terdapat perisikel atau perikambium. Aktivitas perisikel membentuk cabang-cabang akar.

Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem yang tersusun membentuk jari-jari atau radial. Floem terletak di luar xilem. Pada akar dikotil, xilem berbentuk bintang dan terletak dipusat akar. Sedangkn pada akar tumbuhan monokotil, letak xilem dan floem berselang-seling embentuk lingkaran. Selain itu, pada akar tumbuhan monokotil terdapat empulur, sedangkan pada tumbuhan dikotil tidak terdapat empulur.

Batang

Fungsi batang adalah untuk menegakkan tubuh tumbuhan, menghubungkan akar dan daun, serta tempat penimbunan cadangan makanan. Ciri-ciri yang membedakan batang dengan akar adalah jika batang terdapat buku dan ruas. Buku merupakan tempat melekatnya daun, sedangkan ruas adalah bagian batang diantara dua buku.

Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Struktur anatomi batang mirip dengan akar. Struktur anatomi batag terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Berikut uraiannya.

Epidermis

Umumnya, jaringan epidermis batang terdiri atas selapis sel, tersusun rapat tanpa ruang antarsel, dan memiliki kutikula.

Korteks

Korteks tersususn atas sel-sel parenkima berdinding tipis. Sel-sel parenkima terletak tidak teratur serta memiliki banyak ruang antar sel. Didalam korteks terdapat kolenkima dan sklerenkima yang berguna untuk menyokong dan memperkuat batang. Batang muda memiliki banyak kolenkima sebagai penyokon dan terdapat klorofil guna melakukan fotosintesis. Sedangkan pada batang tua, kolenkima akan diganti dengan sklerenkima dan tidak ada lagi klorofil.

Endodermis

Lapisan endodermis pada batang tidak begitu jelas dan menyatu dengan korteks.

Silinder Pusat (Stele)

Silinder pusat terletak di sebelah dalam korteks. Di dalam stele terdapat sel-sel parenkima dan berkas pengangkut xilem dan floem. Xilem memiliki fungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar kedaun. Sedangkan floen berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Pada batang dikotil, berkas pengangkut terletak beratursn membentuk lingkaran. Xilem disebelah dalam floem. Diantara xilem dan floem, terdapat kambium.

Pembelahan kambium kearah luar membentuk floem sekunder dan ke arah dalam membentuk xilem sekunder. Karena aktivitas kambium, batang dikotil dapat bertambah besar. Sedangkan pada batang monokotil, berkas pembuluh menyebar tidak teratur serta tidak memiliki kambium. Karena tidak berkambium, maka batang monokotil tidak dapat bertambah besar.

Baca Juga : Pengertian Skimming dan Scanning, Tujuan, Manfaat, serta Langkah-Langkahnya !

Daun

Daun pada umumnya memiliki bentuk lebar dan pipih serta berwarna hijau. Bagian daun yang tipis dan melebar disebut dengan lembaran daun. Ada juga daun yang memiliki bentuk bulat, panjang, lancip, berbentuk seperti hati maupun duri. Pada lembaran daun terdapat tulang-tulang daun. Tumbuhan monokotil memiliki tulang daun yang berbentuk melengkung sejajar. Sedangkan tulang daun tumbuhan monokotil memiliki bentuk menyirip dan menjari.

Susunan daun terdiri atas daun tunggal dan daun majemuk. Daun yang di katakan daun tunggal adalah apabila pada suatu tangkai daun terdapat satu helai daun. Sedangkan daun majemuk merupakan daun yang apabila terdapat beberapa helai daun pada satu tangkai daun.

Struktur anatomi daun tersusun atas epidermis, mesofil, daan berkas pembuluh. Mari kita simak satu persatu bagian-bagian daun tersebut.

Epidermis

Pada umumnya lapisan epidermis daun terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Bagian daun yang satu ini terdapat di permukaan atas ataupun permukaan bawah.

Selain yang bersel satu, terdapat juga epidermis daun yang bersel banyak, misalnya terdapat pada tanaman Ficus, Nerium, dan Piper. Epidermis pada daun terdapat stomata atau celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Fungsi dari stomata adalahh untuk tempat pertukaran gas. Stomata ini biasanya terletak pada kedia permukaan daun.

Mesofil

Mesofil terdapat pada bagian daun diantara epidermis atas dan bawah. Pada tubuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang atau palisade dan bunga karang atau spons. Jika pada tumbuhan monokotil, mesofil tidak berdiferensiasi dan memiliki bentuk seragam, sehingga tidak bisa membedakan antara jaringan palisade atau bunga karang.

Jaringan palisade terbentuk atas sel-sel palisade yang memiliki bentuk silindris panjang dan rapat seperti tiang. Pada sel-sel palisade terdapat banyak kloropas yang mengandung klorofil pada sel-sel palisade. Fotosintesis terjaid pada palisade. Di bawah jaringan palisade terdapat jaringan bunga karang. Adapun jaringan bunga karang terdiri atas sel-sel yang tidak teratur, berdinding tipis, dan ruang antarselnya besar, sehingga pertukaran dan penyimpanan gas bisa terjadi dengan mudah.

Berkas Pengangkut

Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang daun. Dalam berkas pengangkut terdapat xilem dan floem yang terletak diantara jaringan bunga karang. Pada tumbuhan dikotil terdapat satu tulang daun dan bercabang-cabang membentuk jala, sedangkan pada tumbuhan monokotil, tulang daun sejajar dengan sumbu daun. Tulang daun berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah (xilem) dan mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke selururh tubuh tumbuhan (floem).

Bunga

Bunga berfungsi sebagai organ reproduksi generatif. Struktur benga terdiri dari kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Pada tumbuhan dikotil, kelopakdan mahkota bunga berjumlah kelipatan 2, 4, dan 6. Sedangkan pada tumbuhan monokotil, kelopak dan mahkotabunga berjumlah kelipatan 3. berdasarkan bagian-bagian yang terdapat pada bunga, bungadibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

  • Bunga lengkap adalah mempunyai kelopak, mahkota, benang sari, dan putik.
  • Bunga tidak lengkap adalah jika salah satu bagian bunga tidak ada.

Bunga telanjang adalah bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga. Bunga yang tidak mempunyai benang sari disebut bunga betina. Bunga yang tidak mempunyai putik disebut bunga jantan. Bunga yang mempunyai putik dan benang sari disebut bunga hermafrodit.

Berikut merupakan struktur bunga lenkap, yakni terdiri dari :

Kelopak (Calyx)

Kelopak adalah bagian hiasan bunga yang terdapat di lingkaran luar. Kelopak umumnya berwarna hijau. Fungsi kelopak adalah untuk selubung melindungi kuncup pada bunga yang belum mekar atau masih kuncup. Helaian penyusun kelopak bunga disebut sepal.

Mahkota Bunga (Corolla)

Mahkota adalah bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam. Berbeda dengan kuncup, mahkota bunga memiliki warna yang beraneka ragam. Ada yang berwarna merah, ungu, putih, dan lain lain. Fungsi mahkota adalah untuk menarik serangga guna membantu proses penyerbuka. Helaian penyusun mahkota bunga disebut petal.

Alat Kelamin Jantan (Androecium)

Alat kelamin jantan terdiri dari sejumlah benang sari atau stamen. Alat kelamin jantan ini terletak di lapisan setelah mahkota bunga. Stamen mempunyai kepala sari atau anter yang terletak di ujung tangkai sari (filamen). Dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari (teka) yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari (polen). Servuk sai ini kemudian disebut sebagai gamet jantan.

Alat Kelamin Betina (Gynoecium)

Alat kelamin betina atau putik mampu tersusun atas satu atau lebih daun buah. Bagian-bagian putik adalah sebagai berikut.

  • Bakal buah (ovarium) adalah termpat terdapatnya sel telur. Bakal buah (ovarium) terdapat pada dasar bunga (reseptakel) dan bentuknya menggelembung.
  • Tangkai putik (stilus) adalah suatu saluran sempit untuk dilalui oleh serbuk sari ketika pembuahan. Fungsi tangkai putik adalah untuk menyokong kepala putik.
  • Kepala putik (stigma) adalah bagian yang paling atas dari putik. Biasanya kepala putik lrngkrt dan berambut karena merupakan tempat melekatnya serbuk sari ketika penyerbukan.

Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya benang sari di atas kepala putik. Hal ini terjadi setelah putik dan benang sari dewasa. Setelah penyerbukan, dilanjutkan dengan pembuahan. Pembuahan adalah peleburan sel kelamin jantan dengan sel telur. Kemudian, bakal buah akan berkembang menjadi buah dan bakal biji akan menjadi biji. Biji inilah yang kemudian bila sudah besar akan ditanam lagi menjadi tumbuhan baru.

Buah

Pada umumnya, buah dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk. Buah tunggal adalah buah yang dibentuk oleh 1 bakal buah, misalnya buah mangga. Buah agregat adalah buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari 1 bunga, misalnya buah sirsak dan buah arbei. Buah majemuk adalah buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga, misalnya buah nangka dan buah nanas.

Berdasarkan asal terbentuknya, buah dibedakan menjadi 2 macam, yaitu buah sejati dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang terbentuk dari bakal buah. Sedangkan buah semu adalah buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian-bagian lain dari bunga tersebut.

Biji

Biji merupakan alat perkembangbiakan generatif. Di dalam biji terdapat calon individu baru yang disebut dengan embrio. Bagian-bagian biji terdiri atas kulit biji, tali pusat, dan inti biji.

Kulit Biji (spermodermis)

Pada biji tumbuhan angeospermae atau tumbuhan berbiji tertutup, bijinya memiliki dua lapisan yakni lapisan kulit luar (testa), dan lapisan kulit dalam (tegmen). Lapisan kulit luar memiliki bentuk tipis tetapi keras sedangkan kulit dalam berbentuk seperti selaput dan sering disebut sebagai kulit ari.

Sedangkan pada tumbuhan gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka bijinya mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam. Lapisan luar memiliki ciri tebal berdaging. lapisan tengah memiliki bentuk kuat, keras, dan berkayu. Sedangkan lapisan dalam tipis seperti selaput.

Tali pusat adalah bagian yang menghubungkan biji denga papan biji (plasenta). Apabila biji sudah dimasak, maka tali pusat putus sehingga pada biji hanya terlihat bekasnya sebagai pusat biji (hilus).

Inti biji adalah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulit ari. Isi biji terdiri dari lembaga atau calon individu baru. Putih lembaga berfungsi sebagai cadangan makanan yang tersimpan dalam daun lembaga. Sedangkan daun lembaga adalah daun pertama pada tumbuhan yang baru tumbuh.

Baca Juga : Pengertian Syirkah, Rukun, Syarat, dan Jenis-Jenis Syirkah !

Transportasi Air dan Garam Mineral pada Tumbuhan

Proses pengangkutan air dan garam mineral melalui dua tahap, yaitu transpotrasi ekstravasikuler dan transportasi intravesikuler.

Transportasi Ekstravasikuler

Transportasi ekstravasikuler adalah pengangkutan tanpa melalui xilem. Pengangkutan ekstravasikuler berjalan dari sel ke sel dan arahnya mendatar atau horizotal. Didalam akar pengangkutan ini terjadi dari bulu akar berturut-turut ke epidermis, korteks, endodermis, silinder pusat (stele), dan berakhir di xilem. Pengangkutan jenis ini terjadi secara apoplas dan simplas.

Apoplas adalah pergerakan air dan garam mineral melalui ruang antarsel. Sedangkan simplas adalah pergerakan air dan garam mineral melewati sel-sel akar melalui plasmodesmata. Air dan garam mineral yang diangkut melalui jalur simplas dapat mencapai silinder pusat dan masuk ke xilem. Sedangkan yang diangkut dengan apoplas tidak mampu masuk ke silinder pusat. Hal ini dikarenakan karena endodermis akar diselubungi oleh pita kaspari yang menghalangi air dan garam mineral memasuki silinder pusar. Akibatnya, pengangkutan air dan garam mineral yang semula melewati jalur apoplas, beralih kejalur simplas, sehingga dapat melewati endodermis.

Transportasi Intravasikuler

Transportasi intravasikuler adalah pengangkutan yang terjadi di dalam xilem. Setelah air dan garam mineral diangkut secara ekstravasikuler sampai mencapai xilem, maka terjadilah pengangkutan intravasikuler. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan ini adalah :

Tekanan Akar

Transportasi ekstravasikuler dapat terjadi melalui proses osmosis. Osmosis adalah gerak air dari larutan yang encer (hipotonik) ke larutan pekat (hipertonik) melalui membran semipermaeabel. Rmbut akar dapat menyerap air karena cairan selnya lebih pekat dari pada cairan di luar sel. Oleh sebab itu, air dari luar dapat masu ke dalam sel rambut akar.

Hal ini mengakibatkan cairan sel rambut akarmenjadi lebih encer daripada sel-sel sekitarnya, sehingga cairan sel yang berisi air dari sel tersebut, dapat pindah ke sel-sel lain, dan begitu seterusnya hingga air dapat masuk ke xilem. Pergerakan air dari sel ke sel lain secara osmosis menyebabkan darang dorong yang disebut daya tekan akar. Daya tekan akar inilah yang mendorong air masuk ke xilem pada batang.

Kapilaritas

Xilem terdiri atas deretan sel-sel mati yang membentuk pipa-pipa kapiler. Ketika kita melihat sumbu kompor yang telah direndam minya ujungnya, meskipun hana ujung bawah saja yang direndam minyak, minyak mampu merembes naik dari bagian bawah ke bagian atas. Daya yang dapat mengakibatkan minyak dapat merembes dari bawah ke atas diebut daya kapilaritas. Begitupun yang terjadi pada air yang terdapat dalam xilem, air dapat mengalir naik sampai ke daun karena adanya daya kapilaritas xilem.

Daya Isap Daun

Daya tekan akar dn kapilaritas xilem belum cukup untuk mengalirkanair ke daun. Akan tetpi di daun, terjadi penguapan air yang disebut transpirasi. Tranpirasi akan menarik air yang terdapat pada batang dan akar, sehingga air tersebut dapat sampai ke daun. Daya tarik yang ditimbulkan oleh transpirasi disebut daya isap daun. Semakin besar penguapan pada daun, semakin besar pula daya isap daun, sehingga semakin banyak air yang naik dari akar ke daun.

Demikian informasi yang dapat mimin sampaikan. Semogaa artikel kali ini bermanfaat. Ikuti kami terus di Sumberpengertian.co. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *